Friday, June 11, 2010

Menjadikan Internet sebagai metode meraih kebahagiaan

Internet telah menjadi bagian dalam kehidupan, daya tarik yang disajikan internet sangat bisa membuat kita melupakan waktu. Tak jarang kita melupakan tujuan dari kita mengakses Internet itu sendiri. Selayaknya Internet adalah sarana untuk mempermudah kita dalam meraih tujuan hidup kita.
Jika ditanya apa tujuan hidup saya, yang terlintas tentu saja INGIN BAHAGIA.
Banyak hal yang bisa membuat hidup kita menjadi bahagia, bisa karena materi atau suasana hati.
Membaca artikel yang ditulis oleh Abangda H.D. Bastaman yang jika boleh saya petik artikelnya disini : 
Kebahagiaan merupakan dambaan setiap insan, bahkan kaum beragama mendambakan kebahagiaan dan kebaikan tidak saja di dunia, tetapi juga di ahirat. Tetapi kenyataan sering menunjukkan cukup banyak orang yang bahagia dan cukup banyak pula yang tidak bahagia hidupnya. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda, bahkan ada orang-orang yang merasa bahagia dan ada juga yang tak bahagia padahal mereka hidup di suatu lingkungan sama.  Apa artinya? Artinya kebahagiaan tidak berkaitan dengan latar belakang usia, jenis seks, kekayaan, rumah tangga, pendidikan dan kondisi lingkungan. Jadi siapa pun bisa berbahagia dan bisa juga menjadi tak bahagia.
Ada dua sudut pandang mengenai hidup bahagia yakni sudut pandang agama dan sudut pandang psikologi. Sudut pandang agama, khususnya Tasauf Islam,  pada dasarnya menyatakan bahwa kebahagiaan hakiki diperoleh bila kita senantiasa dekat dan mendekatkan diri kepada Maha Pemilik dan Maha Sumber segala Kebahagiaan yaitu Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Caranya dengan mengikuti, menaati dan menerapkan sebaik-baiknya tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari, karena agama banyak memberi petunjuk mengenai asas-asas dan cara-cara meraih keselamatan dan kebahagian di dunia dan di ahirat.  Dan agama pun mengajarkan bahwa manusia mampu meraih kebahagiaan, asalkan ia berusaha mengubah keadaan diri mereka menjadi lebih baik. Dalam pandangan agama Islam, manusia benar-benar mampu mengubah nasibnya sendiri ("Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri " (Q.S. al-Ra'ad/13: 11) .
Di lain pihak tinjauan psikologi menunjukkan bahwa kebahagiaan (happiness) merupakan hasil sampingan (by product) atau ganjaran (reward) atas keberhasilan meraih hal-hal yang penting dan bermakna bagi seseorang. Apa yang penting dan berharga bagi seseorang? Sangat bersifat pribadi dan unik, artinya setiap orang memiliki dambaan khusus yang berlainan satu sama lain, seperti kekeluargaan, persahabatan, pendidikan, pekerjaan, tugas sosial, prestasi atau prestise, harta dan kekayaan, kesehatan dan kebugaran, ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai-nilai luhur dan hal-hal yang bersifat rohaniah.
Seperti halnya agama, psikologi pun mengakui bahwa setiap manusia mampu menentukan dan mengubah kondisi hidupnya. Manusia dijuluki "the self determining being" yakni mahluk yang mampu menentukan hidupnya menurut apa yang dianggap sesuai dan terbaik baginya.
Kelnajutan artikel ini bisa dibaca di link ini

Sekarang bagaimana upaya kita bisa menjadikan Internet sebagai sarana Ibadah, karena dengan beribadahlah hati menjadi tenang dan kebahagian sejati itu akan tercipta.

Wassalam

0 comments:

Post a Comment

 
Blognya Beni Oktopiansah Copyright © 2010 Oktopiansah.com Personal Site of Beni Oktopiansah